Latest Entries »

1

2

Nama Lengkap
: Ust.Syaiful Bahri .Lc

Tempat / Tanggal Lahir
: Madura, 11 Maret 1982

Pekerjaan
: Penerjemah Dan Tim Asatidz Pengasuh konseling Wisatahati

Alamat Sekarang
: jl. Thamrin, Kamp. Ketapang, kec Cipondoh Kota Tangerang

Nomor HP
: 085714022265

Email
: saiful_wh@yahoo.com

Riyarat Pendidikan :
1. MI Annuqayah II (1989-1995)
2. Pondok Pesantren TMI Al-Amien (1995-2000)
3. S1. Fakultas Bahasa Dan Satra Arab Universitas Al- Azhar Kairo Mesir (2001-2007)
Riwayat Organisasi :
1. Bagian Penerangan dan Penerbitan Pondok Pesantren Al-Amien (1999-2000)
2. Sekretaris Markaz Bahasa Al-Amien (2001)
3. Pembina Pramuka Saka Bhayangkara Al-Amien (2001)
4. Pimpinan Redaksi Majalah qalam kairo (2002-2003)
5. Pimpinan Perusahaan Buletin informatika ICMi Orsat Kairo (2004-2005)
6. Wakil Ketua ikatan Keluarga Besar Al-Amien (IKBAL) Korda kairo) (2004-2004)
7. Bag.Penelitian Dan Pengemabgan Di Departemen Media Dan Komunikasi ICMI Orsat kairo (2005-2006)
8. Bagian Keilmuan Forum Studi Keluarga Madura (FOSGAMA) Kairo (2005-2006)
9. Sekretaris Lajnah Tarjamah wa At-Ta’lif (LT-NU) Kairo (2006-2007)
10. Wakil Ketua Sie Keagamaan KNPI (Komite Nasional
Pemuda Indonesia) Kab. Paser Kaltim (2008-2009)
11. Anggota LD-NU Kab. Pases (2008-2009)
12. Penerjemah Dan Tim Asatidz Konseling WisataHati (2009-Sekarang)
13. Pembina Ma’had Aliy Santri Karya (2009)

Pengalaman Kerja:
1. Pengajar di Pondok Pesantren Al-Amien (2001-2002)
2. Koordinator Penerbit Erfani Press Di Kairo (2007)
3. Penyusun Buku IHYAA’USSUNNAH
4. Pengajar (M.Ts, MA dan SMK) di Pesanttren Babussalam Tanh Grogot Kab. Paser Kaltim
5. Pengajar di Pesantren I’daad Daarul Qur’an (2010-Sekarang)

Hasil Wawancara :
1. Bagaimana pemahaman arti ide menurut ustad ?
Jawaban :
ide dalam arti hidup saya adlah sebuah mimpi dulu , dan setelah itu kita baru mengerjakannya, kadang ide itu muncul setelah saya banyak bermunajat kepadanya, dan kita harus tau permasalahan permasalahan yang ada

2. Bagaimana pemahamanarti konsep menurut ustad ?
Jawaban :
Arti konsep menurut saya adalam saya berkarnya saya harus melihat sebuah situasi yang ada di sekeliling kita , dan yang paling penting adalam konsep kita harus ada perencanaan untuk
Merangcang ide-ide yang telah kita punya tau, mimpi-mimpi yang kita bayangkan tadi

3. Bagaimana strategi anda untuk mewujudkan ide dari setiap karya karya ustad ?
Jawaban :
Setelah kita sudah memiliki ide dan ditambah lagi tentang konsep konrep yang sudah kita rancang baru kita pasang strategi yang kita miliki, seperti apa , satu kita harus melihat peluang yang ada di depan kita dan tau situasi dan kondisi ,

4. Bagaimana pendapat ustad, tentang dunia ide dalam Industri kreaf (uni penciptaan) yang ada Indonesia ?
Jawaban :
Saya mengambil contoh ketika saya di mesir waktu itu yaa,,
Saya membandingkan antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa singapura, saya Tanya kepada mahasiswa Indonesia , kamu setelah kuliah mau kemana ? mereka banyak menjawab wah saya tidak tau nanti saja di pikirkan nya,
Dan ketika mahsiswa singapura saya Tanya dy menjawab ? saya ingin menjadi juda besar singapur untuk mesir , wah kaget saya , saya Tanya lagi bagaimana anda mengujubkan nya itu semua ,saya dari kecil disekolah kan oleh orang tua saya yang berbahis bahasa arab, nah dari cerita ini mereka sudah memiliki konsep dan plening maju kedepan, yang saya sangat saying kan adalah banyak remaja Indonesia berkumpul tanpa ada tujuan yang berarti , itu semua sangat lah di sayangkan, jika lau melihat industry kreatif nya sendiri saya liat mahasiswa dan remaja sekarang sangat lah pesat kemajuan nya dan luar biasa, kalo kaya zaman saya mana ada remaja yang membuat film sekali kecil, jadi pesat lah kemajuan tegnologi dan industry kreatef zaman sekarang ini

5. Menurut ustad bagaimana untuk mengukur sesuatu ide dari konsep dianggap baik ketika dilihat dari idealism dari suatu bisnis ?
Jawaban :
Kalo kita melihat nya dari ide di lihat dari suatu bisnis yah klo dari industri kreatif yang telihat sukses memang terlihat dari keuntungan, tapi klo dari diri saya sendiri kembali lagi kita melihat dari niat nya, alhamdulillah dari penjualan buku-buku ini royalty yang ada semua nya kembali lagi ke pondo, dari saya mempunyai seorang dosan di mesir saya dan saya tanya ke dosen itu, syek anda dibayar berapa si saya perkumpulan mahasiswa Indonesia, ko’ mau-mau nya mengajar ke sini kan tempat ini jauh jauh dari rumah anda, dan dosen itu menjawab saya hayna di bayar dengan segelas the dan air putih saya pun terjaket dengan perkata sang dosen tadi, jadi yagn melandasi saya seperti ini hanya lah satu hal amal jariah dari penghasilan buku-bukan yang terjual ini, dan Alhamdulillah buku ini sekarang banyak di pesan oleh ibu-ibu pengajian,
Yahh intinya buku ini untuk amal ibadah dan tergantung niat nya masing-masing ,

6. Dari awal ustad masuk pondok prantren , siap yang menginspirasi ustad ?
Jawaban :
Saya ini orang biasa-biasa aja dek, di kampung saya tinggal di desa setelah itu saya menempuh pendidikan di pondok pesantren al-amin Madura, saya ada sedikit cerita yang menginspirasi saya , ketika saya sedang duduk di masjid, ketika itu ada tamua pondok dari arab, beliau memmanggil saya (yaa akhi ta’aala huna) hay kamu kemari kata nya seperti itu, dan saya heran dan terkaget kaget, saya hampiri orang arab itu dan iya bertanya yaa (akhir masmukka) emm saya berpikir panjang dan saya hanya bias tersenyum tanpa ambil piker panjang lagi saya men jawab (Na’am), wah dari sepulang nya orang arab itu saya bertannya kepada senior apa arti dari masmuk, dan artinya kata senior itu, siapa nama mu, nah saya sangat malu sekali , nanti orang arab itu beranggapan bahwa di Indonesia ada orang yang bernama na;am atau artinya iya, dan dari setelah kejadian itu saya mulai berpikir ajar bisa berbahasa arab dan belajar lagi dengan rajin, sama seperti hal nya saya belajar ke Mesir, kita harus memiliki tekat yang kuat agar dapat menggapai semua cita-cita yang kita inggin kan.

7. Menurut anda Bagaimana islam memangdang informasi yang sangat pesat pada saat ini ?
Jawaban :
Seperti ini ya dek, media sekarang yang ada adalah memiliki kepentingan-kepengtingan yang lain , dan terkadang mendukung-mendukung yang lain, dan tokoh-tokoh bangsa ini banyak di besarkan oleh media dan media juga yang menghancurkan nya, kita sebagai umat islam harus tabayyun, (iza jaa’akum fasikun fatabaiyanu ) jiaka ada orang yang memberika kabar kita harus mencari kebenaran nya jangan langsung di percanyai kita juga harus berwaspada, jangan kailian telan mentah mentah suatu kabar itu.

8. Bagaimana sikap kita sebagai orang islam menghadapi teknologi yang maju pesan dan apa untung nya bagi kita para pencari ide kreatif ?
Jawaban :
Untung nya buat kita banyak de, jangan sampe kita memandangnya buruk, tapi kita gunakan dengan yang baik , ini seperti contaoh nya, contoh nya pisau jikau kalian memakai pisau dengan benar maka pisau itu akan benara, tapi kalau pisau itu kalian pake untuk yang tidak baik maka efeknya tidak baik jug, begitu juga teknologi yang ada pada saat ini , ada yang menarik dari kemajuan internet ini de, jadi kamu bisa kuliah dengan secara online, dan itu pun ada wisuda nya, bertapa bagus nya kemajuan teknologi ini,

9. apa pesan anda sebagai ustad , untuk saya termotivasi dalam mengembangkan ide kreatif ?
jawaban :
ust mau Tanya kamu jurusan apa, broadcasting ust, ohh, yaa seperti ini nya, ALLAH SAW telah berfirman (kerjakan lah bahwasannya ALLAH dan Rosullnya melihat kalian yang berkerja) seperti itu de, jadi setiap apa yang kalian kerjakan inti nya ILLAHHITAALLA

10. yang terakhir apa motto hidup anda ?
sebaik-baiknya Manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi Orang lain
(Khairunnassi An’fauhum Linnaasi)

Advertisements

Susi Susanti iyalah Pebulutangkis Pertama yang di miliki indonesia yang dapat merebut mendali emas, sumbangsisnya tak dapat diragukan lagi pengorbanannya tidak dapat di ukur lagi oleh apapun, Di tengah keterpurukan prestasi olah raga Indonesia, Susi Susanti memberikan angin terang. Tim bulutangkis putri yang dipimpinnya berhasil menjadi runner up dalam piala bulutangkis bergengsi, Uber Cup, Mei lalu. Setelah sepuluh tahun –dan ini artinya dalam waktu yang sama saat Susi memutuskan untuk menggantung raket—prestasi bulutangkis putri Indonesia terus melorot dan dianggap underdog. Masa keemasannya yang berlangsung cukup panjang, berpuncak pada juara tunggal putri bulutangkis Olimpiade Barcelona, Spanyol (1992). Dia peraih emas pertama Indonesia di Olimpiade. Ketika itu Alan, pacarnya, juga juara di tunggal putra sehingga media asing menjuluki mereka sebagai”Pengantin Olimpiade”. Predikat pengantin ini rupanya terus melekat, terbukti saat mereka dipercaya menjadi pembawa obor Olimpiade Athena 2004. Prestasi yang mengharumkan nama bangsa juga diukir oleh Susi dengan meraih sederetan kejuaraan. Dia menjuarai All England empat kali (1990, 1991, 1993, 1994). Sang juara yang punya semangat pantang menyerah ini selalu menjadi ujung tombak tim Piala Sudirman dan Piala Uber. Juga juara dunia (1993) dan puluhan gelar seri grand prix. Kiprah Susi Susanti di dunia olahraga bulutangkis Indonesia memang luar biasa. Dalam setiap pertandingan, ia menunjukkan sikap tenang bahkan terlihat tanpa emosi di saat-saat angka penentuan. Semangatnya yang pantang menyerah meski angkanya tertinggal jauh dari lawan membuat banyak pendukungnya menaruh percaya bahwa Susi pasti menang. Berkat kegigihan dan ketekunannya, perempuan kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Februari 1971 ini turut menyumbang sukses tahun 1989 ketika Piala Sudirman direbut tim Indonesia untuk pertama kalinya dan sampai sekarang belum lagi berulang. Dia pun turut menorehkan sukses saat merebut Piala Uber tahun 1994 dan 1996 setelah piala itu absen lama dari Indonesia. Semenjak SD, Susi sudah suka bermain bulutangkis. Kebetulan orang tuanya juga sangat mendukung dan memberinya kebebasan untuk menjadi atlit bulutangkis. Setelah menang kejuaraan junior, ia pindah dari Tasikmalaya ke Jakarta. Meski saat itu ia masih duduk di bangku 2 SMP, ia sudah mulai berpikir untuk serius di dunia bulutangkis. Kegiatan Susi berbeda dengan remaja lain karena ia tinggal di asrama dan bersekolah di sekolah khusus untuk atlit Ia mengaku menjadi kuper karena hanya berteman dengan sesama atlit. Bahkan pacaran pun dengan atlit. Sebagai atlit, jadwal latihannya sangat padat. Enam hari dalam seminggu, Senin – Sabtu dari jam 7 sampai jam 11 pagi, lalu disambung lagi jam 3 sore sampai jam 7 malam. Makan, jam tidur, dan pakaian juga ada aturannya tersendiri. Ia tidak diperbolehkan memakai sepatu dengan hak tinggi agar kakinya terhindar dari kemungkinan keseleo. Jalan-jalan ke mal pun hanya bisa dilakukannya pada hari Minggu. Itu pun jarang karena ia sudah terlalu capek latihan. Memang tidak ada pilihan lain, ia harus disiplin dan berkonsentrasi untuk menjadi juara. Ia akhirnya menyadari bahwa untuk meraih prestasi memang perlu perjuangan dan pengorbanan. “Kalau mau santai dan senang-senang terus, mana mungkin cita-cita saya untuk jadi juara bulutangkis tercapai? Sekarang rasanya puas banget melihat pengorbanan saya ada hasilnya. Ternyata benar juga kata pepatah: Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”, kata Susi mengenang. Ketika masih menjadi pemain, Susi berusaha menjadikan dirinya sebagai contoh bagi para pemain lainnya. Ia sangat berdisiplin dengan waktu saat berlatih atau di luar latihan. Sementara di lapangan ia memperlihatkan semangat pantang menyerah sebelum pertandingan berakhir. “Saya hanya berharap teman-teman pemain mengikuti yang baik-baik dari saya”, kata Susi. Nyatanya, cara ini tidak melulu berhasil. Sepeninggal Susi (dan Mia Audina), sektor putri bulutangkis Indonesia mandek. Piala Uber semakin jauh dan puncaknya, tidak satu pun pemain tunggal puteri Indonesia lolos ke Olimpiade Athena 2004. Susi yang telah mundur mengakui merosotnya prestasi karena memang kekurangan bibit pemain unggul. “Kita bisa saja memberi prasayarat pemain untuk berhasil, tetapi kalau bibitnya tidak ada bagaimana?” Susi melihat popularitas bulutangkis semakin merosot sementara proses seleksi melalui kejuaraan antarklub dan daerah semakin sedikit. Merasa Sedih Susi merasa sedih karena olahraga bulutangkis tidak lagi dipandang antusias oleh masyarakat. Ia mengingat betapa antusiasnya masyarakat menyambut kejuaraan bulutangkis seperti All England. Susi melihat hal ini disebabkan karena perhatian anak-anak muda masa kini lebih ke hiburan. Belum lagi maraknya kasus penyalahgunaan obat terlarang, seperti shabu dan narkotika. Masyarakat juga lebih banyak membaca, mendengar, atau menyaksikan berita-berita kekalahan pebulutangkis Indonesia lewat media massa. Itu tentu berbeda dengan era Tan Joe Hok cs, Liem Swie King, hingga Ardy B Wiranata cs yang banjir mahkota juara. Keadaan semakin rumit karena orang takut serius terjun di dunia olahraga Indonesia karena tidak jelasnya jaminan akan masa depan. Susi sendiri sudah berniat tidak akan mengijinkan anaknya terjun ke dunia olahraga mengingat pengalamannya dulu. Ia melihat banyak rekannya yang pernah menjadi juara SEA Games, Asian Games, namun hidupnya terkatung-katung. Selain itu, menjadi atlet olahraga membutuhkan banyak resiko misalnya sekolah yang terhenti, padahal olahraga yang ditekuni tidak mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah. Susi sendiri terpaksa mengorbankan sekolah (hanya sampai SMA). Ia pun menghadapi banyak halangan sebab ada pihak-pihak dari organisasi yang tidak menyukainya. Meski ia berprestasi namun kemudian berhenti, dari situlah ia mendapat pengalaman bahwa bulutangkis belum bisa menjamin masa depannya. Ia berharap bagi para atet berprestasi yang sudah tidak bermain diberikan dana pensiun yang memadai. Ia khawatir kalau persoalan masa depan atlet belum terpecahkan atau tidak ada jaminan dari pemerintah, bibit-bibit potensial atlet akan sulit ditemukan karena mereka akan memilih jalur pendidikan. “Saya harap PBSI dan KONI memerhatikan persoalan ini. Kalau ini dibiarkan terus, hasilnya akan seperti sekarang ini”, ujarnya. Ia menyesalkan masalah pembinaan yang membuat olahraga semakin terpuruk. Selama ini, hanya kesadaran dari keluarga masing-masing yang ingin anaknya menjadi pemain bukan karena pemerintah ingin memajukan olahraga. Pemerintah dan PBSI hanya menunggu, bukan membina dari daerah, memantau, mencari yang berbakat, baru diambil. Mereka hanya terima jadi saja. Ia beranggapan, semua orangtua saat ini akan seratus kali berpikir untuk membiarkan anaknya menjadi atlet. Susi mengaku mempunyai pengalaman yang mengecewakan terutama dalam organisasi. Ketika ia dan Alan berprestasi, ada pihak-pihak tertentu yang tidak senang. Mereka berusaha membagi bonus kepada Susi dan Alan dengan asumsi mereka berdua dianggap satu orang. Hal ini menunjukkan sikap tidak profesional pemerintah maupun PBSI yang mempunyai kepentingan-kepentingan tertentu. Dari segi organisasi internal, Susi berharap agar orang-orang yang terlibat di PBSI (Persatuan Bulutangkis seluruh Indonesia) adalah orang yang benar-benar ingin memajukan perbulutangkisan, bukan untuk kepentingan pribadi. Melihat keadaan dunia olahraga yang belum menjanjikan bagi para atlit, Susi belajar dari pengalaman kakak-kakak seniornya. Susi belajar me-manage keuangannya. Saat ia meraih berbagai prestasi dan hadiah seperti bonus, ia usahakan untuk diinvestasikan ke dalam bentuk tanah, rumah atau tabungan. Ia tahu bahwa prestasi olahragawan itu singkat dan tidak selamanya berada di atas. Kedua orang tuanya pun sering berpesan agar ia tidak sombong dan hidup sederhana. Susi juga banyak mendapat masukan dari Ir. Ciputra, seorang pengusaha sukses yang dulu merupakan pimpinannya di Klub Bulutangkis Jaya Raya, agar mempergunakan waktu sebaik mungkin dan giat berprestasi sebisa mungkin. Mulai dari Nol Ketika berhenti dari dunia bulutangkis, Susi harus memulai dari nol lagi. Meski ada modal dari pendapatan saat aktif di bulutangkis, Susi masih harus belajar dan bersabar mencari usaha apa yang akan ia jalankan. Suaminya, Alan Budikusuma, berulang kali mencoba berbagai jalan untuk menghidupi keluarga mulai dari jual beli mobil, dibantu menjadi rekanan di sebuah instansi, belajar menjadi agen Gozen (alat olahraga bikinan Malaysia) dan menjadi pelatih di Pelatnas. Itu semua menjadi bukti bahwa bahwa setelah tidak berprestasi, mereka berdua harus memulai lagi dari nol. Untunglah, Susi dan Alan mendapat dukungan dari orang-orang yang terdekatnya. Sedikit demi sedikit mereka belajar menimba pengalaman dan pengetahuan. Baru sekitar satu setengah tahun, mereka bisa berdiri sendiri dan mempunyai keyakinan membuat usaha sendiri. Sebagai ibu rumah tangga yang mengasuh tiga orang anak, anak pertama perempuan bernama Lourencia Averina, sedangkan yang kedua dan ketiga adalah lelaki; Albertus Edward danSebastianus Frederick, Susi juga ingin ikut membantu keluarga. Bila anak-anaknya sekolah, ia ingin mempunyai kesibukan tetapi tidak menyita waktu untuk keluarga. Oleh karena itu, ia membuka toko di ITC Mega Grosir Cempaka Mas dengan nama D&V dari nama kedua anaknya, Edward dan Verin. Ia menjual baju-baju dari Cina, Hongkong, dan Korea, dan sebagian produk lokal. Sebagai mantan atlit bulutangkis, peraih penghargaan tertinggi bulutangkis dariInternational Badminton Federation (IBF) ‘Hall of Fame’ 2004 ini tetap peduli dengan dunia yang pernah membesarkannya ini. Bersama suaminya, Alan Budi Kusuma – peraih medali emas Olimpiade 1992 pula – ia mendirikan Olympic Badminton Hall di Kelapa Gading. Di gedung pusat pelatihan bulutangkis ini, Susi berharap akan muncul bibit pemain yang akan mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia. Selain itu, pada pertengahan tahun 2002, Susi dan Alan membuat raket dengan merek sendiri yaitu Astec, Alan-Susi Technology. Meski pabriknya ada di Taiwan, tetapi senar yang digunakan adalah senar Jepang. Cara pembuatan dan sebagainya, dikontrol oleh mereka sendiri. Pada awalnya mereka mencoba produknya ke teman-teman mereka untuk mencari tahu produk mana yang paling bisa diterima. Baru setelah itu, produk dipasarkan. Hal yang tak terlupakan bagi Susi adalah saat ia berhasil menyumbangkan emas Olimpiade yang pertama bagi Indonesia di Barcelona (Olimpiade Barcelona 1992) bersama Alan Budikusuma yang juga mendapatkan emas. Sedangkan yang paling mengesalkan baginya adalah saat ia kalah hanya satu poin dari Sarwendah (Kusumawardhani) di final Piala Dunia di Jakarta. Kini pasangan yang menikah pada 9 Februari 1997 ini tinggal di rumah mereka nan tenang di Gading Kirana Timur I Blok B2 No. 28, Komplek Gading Kirana, Jakarta Utara. Di komplek perumahan ini Susi dan Alan masih rutin main bulutangkis.

Susi Susanti is the most famous female badminton in Indonesia, as she had won several medals for Indonesia especially the gold medal in 1992 Barcelona Olympic game. Lucia Francisca Susi Susanti is her full name, while (Wang Lian Xiang) is her chinese name. She has a husband, also a badminton player Alan Budikusuma.


Piala sudirman (Sudirman Cup) diambil dari nama dari mantan pebulutangkis Indonesia, Dick Sudirman (29 April 1922- 10 Juni 1986). Beliau adalah perintis Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan menjadi ketua PBSI selama 22 tahun (1952-1963 dan 1967-1981). Beliau juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden IBF pada tahun 1975.

Piala Sudirman adalah turnamen champion bulutangkis tim campuran. Diadakan setiap 2 tahun sekali. Ada 5 pertandingan dalam setiap ronde: tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri dan ganda campuran.

Turnamen Piala Sudirman pertama kali diadakan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia pada tanggal 24-29 Mei 1989.
Dalam turnamen Piala Sudirman ini tidak ada hadiah berupa uang, dimana pebulutangkis bermain mewakili negaranya masing-masing untuk mendapatkan rangking poin dalam urutan rangking dunia bulutangkis.

Piala sudirman adalah satu-satunya kompetisi internasional yang tidak ada babak kualifikasi. Tim yang bertanding dibagi menjadi 7 grup berdasarkan peforma mereka masing-masing. Hanya tim yang di grup 1 akan memiliki kesempatan untuk mengangkat piala tersebut, sedangkan tim yang di grup lain memperjuangkan promosi mereka. Tim yang paling bawah dalam grup akan di relegasi ke grup yang lebih bawah, kecuali grup final.

Indonesia memenangkan piala sudirman pada tahun 1986. Melalui sejarah turnamen piala sudirman hanya empat negara yang berhasil mencapai semifinal pada semua turnamen piala sudirman yaitu: Indonesia, korea selatan, china dan denmark. China meraih 5 kali menang, diikuti Korea Selatan 4 kali, dan Indonesia 1 kali menang.

Tropi Piala Sudirman

Tinggi piala sudirman 80 cm. Terbuat dari 22 karat (92%) emas campuran perak solid. Bentuk badan piala sudirman adalah octagonal bagian bawah piala terbuat dari kayu jati. Bentuk badan piala adalah berbentuk shuttlecock dan bagian atas berbentuk replika candi borobudur. Gagang piala berbentuk stamens, sebagai simbol bibit dari bulutangkis.


Bulu tangkis : Bulu tangkis (sering disingkat bultang) atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan.

Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan (“kok” atau “shuttlecock”) melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.
Partai :
Ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulu tangkis, yaitu:

Tunggal putra
Tunggal putri
Ganda putra
Ganda putri
Ganda campuran
Lapangan dan jaring

Lapangan bulu tangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yg lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain. Jaring setinggi 1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Jaring harus berwarna gelap kecuali bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.
[sunting] Perlengkapan

Raket

Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.

Senar

Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis adalah senar nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.

Kok

Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari plastik.

Sepatu

Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulu tangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulu tangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.
Memainkan bulu tangkis
Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di lapangan bulu tangkis.

Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis.

Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan “keluar”. Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.

Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu.

Teknik Dasar Permainan Bulu Tangkis

a. Cara Memegang Raket Pegangan raket ada tiga macam, yaitu: 1. Pegangan forehand (pegangan dasar) Pegangan ini dapat di peroleh dengan cara mendirkan raket yang sisinya tegak dengan lantai Pegangan ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman.

2. Pegangan backhand Pegangan ini dapat di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari pegangan forehead.

3. Pegangan pukul kasur/Amerika Cara pegangan ini adalah mula-mula raket diletakkan secara mendatar di atas lantai. Kemudian ambil dan peganglah raket pada pegangannya, sehingga bagian tangan antar ibu jari dan jaritelunjuk menempel pada bagian permukaan yang lebar.

4. Pegangan campuran

b. Teknik Pukulan Teknik pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulitangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke lapanagn lawan. Terdapat macam-macam teknik dasar pukulan dalam permainan bulutangkis, yaitu: 1. Pukulan Servis Pukulan servis merupakan pukulan degan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan. Macam-macam pukulan servis, yaitu: a. Pukulan servis pendek b. Pukulan servis panjang c. Pukulan servis mendatar d. Pukulan servis cambuk

2. Pukulan Lob Pukulan lob adalah pukulan dalam permainan bulitangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan. Pukulan lob dapat di lakukan dengan dua cara. yaitu: a. Overhead lob, yaiutu pukulan lob yang di lakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang. b. Underhand lob, yaitu pukulan lob yang di lakukan dari bawah dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan di lambungkan tinggi ke belakang.
Servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi jaring ke area lawan. Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti yang diilustrasikan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dinyatakan “keluar” dan poin untuk penerima servis.

Posisi kiri atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan untuk jumlah poin genap dan posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih nol.

Pada set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertama kali ditentukan dengan undian, sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set sebelumnya.

Untuk partai ganda, beberapa peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan poin menggunakan sistem pindah bola dan sistem reli poin:
Sebelum pertandingan dimulai, harus ditentukan salah seorang pemain dari tiap-tiap pasangan sebagai “orang pertama”. Pilihan ini berlaku untuk setiap set yang dimainkan.
Jumlah poin genap atau ganjil menentukan posisi “orang pertama” saat melakukan servis.
Setiap pasangan mempunyai dua kali kesempatan servis (masing-masing untuk tiap pemain) sebelum pindah bola, kecuali servis pertama pada tiap-tiap awal set tidak mendapat kesempatan kedua.
Saat pindah bola, servis pertama selalu dilakukan oleh pemain yang berada di sebelah kanan, bukan oleh “orang pertama”.
Setiap pasangan hanya mendapat satu kali kesempatan servis, tidak ada servis kedua.
Servis dilakukan oleh pemain yang posisinya sesuai dengan poin yang telah diraih oleh pasangan tersebut.
Pemain yang sama akan terus melakukan servis sampai poin berikutnya diraih oleh lawan.

Induk organisasi
International Badminton Federation (IBF) didirikan pada tahun 1934 dan membukukan Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Perancis sebagai anggota-anggota pelopornya. India bergabung sebagai afiliat pada tahun 1936. Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September 2006, usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir.

Olah raga ini menjadi olah raga Olimpiade Musim Panas di Olimpiade Barcelona tahun 1992. Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memperoleh masing-masing dua medali emas tahun itu.


Pembangunan sekolah bulutangkis internasional Rexy Mainaky dan Ricky Subagja di Batam, menunggu pertandingan Piala Dunia Bulutangkis selesai.

“Rexy ingin kerjanya selesai dulu, jadi pembangunan sekolah menunggu Piala Dunia,” kata Ricky Subagdja di Batam, Senin.

Pasangan peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 ini berencana membangun sekolah bulutangkis internasional di Batam, dengan dukungan Cahaya Bulutangkis Nusantara (CBN) yang dibina Cahaya, pengusaha properti Batam.

“Pak Cahaya mempersiapkan segalanya, tinggal menunggu Rexy menyelesaikan tugasnya,” kata Ricky.

Ia mengatakan, Rexy yang memiliki karena ide dan konsep sekolah badminton, maka pembangunan akademi yang diharapkan melahirkan bintang lapangan itu harus menunggu Rexy.

Rencananya, kata dia, selain sekolah, CBN juga membangun asrama untuk atlet yang diharapkan datang dari berbagai belahan dunia.

Kurikulum pendidikan dirancang bersama Rexy dan Ricky.

Sekolah itu, kata Ricky, menjual paket pendidikan mulai dari tiga bulan, enam bulan, hingga pendidikan setingkat perguruan tinggi yang memperoleh gelar.

Rexy Ronald Mainaky (lahir di Ternate, Maluku Utara, 9 Maret 1968; umur 43 tahun) adalah mantan pemain bulu tangkis Indonesia. Bersama dengan Ricky Subagja, Ia merebut medali emas Olimpiade Atlanta 1996. Setelah pensiun, Ia menjadi pelatih bulu tangkis, dan saat ini menjadi pelatih di Malaysia.


Ricky Ahmad Subagja (lahir di Bandung, Jawa Barat, 27 Januari 1971; umur 40 tahun) adalah salah satu pebulu tangkis ganda putra legendaris dunia dari Indonesia yang ketika berpasangan dengan Rexy Mainaky berhasil menjuarai hampir seluruh turnamen bergensi dunia, seperti Medali Emas Olimpiade (1996), Asian Games (1994, 1998), Juara Dunia (1995), Juara All England (1995, 1996). Ia juga adalah mantan suami dari perenang nasional Elsa
Karier

Piala Sudirman – 1989, 1991, 1993, 1995, 1997[2]
Piala Thomas 1994, 1996, 1998, 2000 – Juara bersama Tim Indonesia
Asian Games 1994, 1998 – Juara Beregu Putra bersama Tim Indonesia
SEA Games 1993, 1995, 1997 – Juara Beregu Putra bersama Tim Indonesia
Olimpiade Atlanta 1996 – Medali Emas Bulutangkis Ganda Putra berpasangan dengan Rexy Mainaky[3][4]
Asian Games 1994, 1998 – Medali Emas Bulutangkis Ganda Putra berpasangan dengan Rexy Mainaky
Badminton World Cup 1993, 1995, 1997 – Juara Ganda Putra berpasangan dengan Rexy Mainaky
Final World Badminton Grand Prix 1992, 1994, 1996 – Juara Ganda Putra berpasangan dengan Rexy Mainaky
Kejuaraan Dunia 1993, 1995 – Juara Ganda Putra berpasangan dengan Gunawan (1993) dan Rexy Mainaky (1995)
All England Open 1995, 1996 – Juara Ganda Putra berpasangan dengan Rexy Mainaky
Japan Open 1994, 1995, 1996, 1997 – Juara Ganda Putra bersama Denny Kantono (1994) dan Rexy Mainaky (1995, 1996, 1997)
Malaysia Open 1993, 1994, 1997 – Juara Ganda Putra bersama Rexy Mainaky
Indonesia Open 1993, 1994, 1998, 1999 – Juara Ganda Putra bersama Rexy Mainaky
Singapore Open 1994, 1995 – Juara Ganda Putra bersama Rexy Mainaky
Korea Open 1995, 1996 – Juara Ganda Putra bersama Rexy Mainaky
China Open 1992 – Juara Ganda Putra bersama Rexy Mainaky
Hong Kong Open 1992 – Juara Ganda Putra bersama Rexy Mainaky
Denmark Open 1998 – Juara Ganda Putra bersama Rexy Mainaky
Swedish Open 1993, 1994 – Juara Ganda Putra bersama Rexy Mainaky
Thailand Open 1992 – Juara Ganda Putra bersama Rexy Mainaky
Vietnam Open 1997 – Juara Ganda Putra bersama Rexy Mainaky
SEA Games 1991 – Juara Ganda Campuran bersama Rosiana Tendean


Hendra Setiawan (lahir di Pemalang, Jawa Tengah, 24 Agustus 1984; umur 26 tahun) adalah salah satu pemain bulu tangkis Indonesia. Saat ini ia berpasangan dengan Markis Kido dan menduduki peringkat ke-2 dunia IBF untuk ganda putra. Gelar yang pernah didapat adalah juara dunia 2007 di Malaysia, juara China Super Series 2007 dan Hongkong Super Series 2007. Di tahun 2008 juga menjadi pasangan Kido/Setiawan juara di Malaysia Super Series.

Hendra Setiawan bersama pasangannya Markis Kido berhasil meraih medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Beijing 2008 untuk cabang bulu tangkis ganda putra. Di partai final pada tanggal 16 Agustus 2008 itu, mereka berhasil menaklukkan pasangan RRC Cai Yun/Fu Haifeng melalui pertarungan sengit 3 set dengan skor 12-21, 21-11, 21-16.
Kejuaraan Dunia
Peringkat Cabang yang dipertandingkan Tahun Tuan rumah Ajang
1 Ganda putra 2007 Kuala Lumpur, MAS –
Perempatfinal Ganda putra 2006 Madrid, ESP –

Kejuaraan Asia
Peringkat Cabang yang dipertandingkan Tahun Tuan rumah Ajang
1 Ganda putra 2005 Hyderabad, IND –
Perempatfinal Ganda putra 2006 Johor Bahru, MAS –

Grand Prix Dunia
Peringkat Cabang yang dipertandingkan Tahun Tuan rumah Ajang
1 Ganda putra 2008 Malaysia Proton Malaysia Open
1 Ganda putra 2007 Hongkong Hongkong Open
1 Ganda putra 2007 RRC China Open
1 Ganda putra 2007 Taiwan Chinese Taipei Open
1 Ganda putra 2006 RRC China Open
1 Ganda putra 2006 Hongkong Hongkong Open
1 Ganda putra 2005 Indonesia Djarum Indonesia Open
2 Ganda putra 2007 Swiss Wilson Swiss Open
2 Ganda putra 2007 RRC China Masters
2 Ganda putra 2006 Indonesia Djarum Indonesia Open
2 Ganda putra 2004 Denmark Realkredit Denmark Open
3 Ganda putra 2007 Denmark Denmark Open
3 Ganda putra 2007 Makau Macau Open
3 Ganda putra 2007 Jepang Yonex Japan Open
3 Ganda putra 2007 Singapura Aviva Singapore Open
3 Ganda putra 2007 Malaysia Proto Eon Malaysia Open
3 Ganda putra 2006 Korea Noonnoppi Korea Open
3 Ganda putra 2005 Jerman German Open

Piala Sudirman
Peringkat Cabang yang dipertandingkan Tahun Tuan rumah Ajang
2 Beregu 2007 Glasgow, GBR –

Piala Thomas
Peringkat Cabang yang dipertandingkan Tahun Tuan rumah Ajang
3 Beregu 2008 Jakarta, INA –
3 Beregu 2006 Jepang –

Olimpiade
Peringkat Cabang yang Dipertandingkan Tahun Tuan Rumah Ajang
1 Ganda putra 2008 Beijing, CHN Olimpiade Beijing

Nova Widianto (lahir di Klaten, Jawa Tengah, 10 Oktober 1977; umur 33 tahun) adalah pemain bulu tangkis Indonesia spesialis ganda (baik ganda campuran maupun ganda putra). Nova berasal dari Klub Tangkas Bogasari Jakarta. Dia pernah bermain dalam Piala Sudirman tahun 2001, 2003 dan 2005. Pada Olimpiade 2004, Nova yang berpasangan dengan Vita Marissa mencapai babak perempat final. Saat ini Nova berpasangan dengan Lilyana Natsir. Nova juga menjadi anggota Tim Thomas Indonesia pada tahun 2008, bersama Candra Wijaya menjadi ganda ketiga.
Medali perak Olimpiade Beijing 2008(bersama Lilyana Natsir)
Runner-up Kejuaraan Asia 2008 (bersama Lilyana Natsir)
Runner Up All England 2008 (bersama Lilyana Natsir)
Juara Dunia 2005, 2007 (bersama Lilyana Natsir)
China Super Series 2007 (bersama Lilyana Natsir)
Hongkong Super Series 2007 (bersama Lilyana Natsir)
Kejuaraan Asia 2006 (bersama Lilyana Natsir)
Perempat Final YONEX German Open Grand Prix Gold 2011 (bersama Vita MARISSA)
Perempat Final YONEX Australian Open Grand Prix Gold 2011 (bersama Vita MARISSA)
Perempat Final Yonex Sunrise India Open Superseries 2011 Yonex (bersama Vita MARISSA)
Runner – Up SCG Thailand Open Grand Prix Gold 2011 (bersama Vita MARISSA)